64 Tahun Indonesia

August 16, 2009 at 17:08 (Indo View) ()

=======================================================================

Ada pantun yang bunyinya: “berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit kita dahulu, bersenang-senang kemudian”. Ini adalah dialektik sesuatu bangsa yang ingin menjadi bangsa yang besar.

Kemarin aku baca Ramayana saudara-saudara. Ramayana. Di dalam kitab Ramayana itu ada disebut satu negeri, namanya negeri Utara Kuru. Utara Kuru yaitu artinya lor-nya negara Kuru. Kuru yaitu Kurawa.

Utara Kuru disebutkan di dalam kitab Ramayana itu bahwa di negeri Utara Kuru itu nggak ada panas yang terlalu, nggak ada dingin yang terlalu, nggak ada manis yang terlalu, nggak ada pahit yang terlalu, segalanya itu tenang, tenang, tenang, ora ana panas ora ana adhem, tidak ada gelap tidak ada terang yang cemerlang. Adhem tentrem kadya siniram banyu wayu sewindu lawase.

Di dalam kitab Ramayana itu sudah dikatakan, hem… negeri yang begini tidak bisa menjadi negeri yang besar, sebab tidak ada oh… up and down, up and down perjuangan tidak ada, semuanya itu adhem tentrem, senang, senang, senang pun tidak terlalu senang, tidak terlalu sedih, sudahlah tenang, tenang, tenang Utara Kuru.

Apa engkau ingin menjadi satu bangsa yang demikian saudara-saudara. Tidak, kita tidak ingin menjadi satu bangsa yang demikian. Kita ingin menjadi satu bangsa yang yang seperti tiap hari digembleng oleh keadaan, digembleng hampir hancur lebur bangun kembali, digembleng hampir hancur lebur bangun kembali, hanya dengan demikianlah kita bisa menjadi satu bangsa yang benar-benar bangsa otot kawat balung wesi.

-Bung Karno, 1963-

Akhir-akhir ini, banyak dari rakyat Indonesia mulai kehilangan arti nasionalisme dan rasa memiliki dari negara ini. Rasa simpati dan empati tidak hanya sudah hilang, tapi malah digantikan rasa benci dan malu mengakui diri sendiri sebagai bagian dari Indonesia. Korupsi yang merajalela, politik dan politikus yang tak lagi membela kepentingan negara, tragedi 98, permusuhan dan pelecehan antar suku, serta banyaknya aksi terorisme, telah membuat suatu pandangan umum dari masyarakat, bahwa ”Indonesia sudah memalukanku”, ataupun ”Aku tidak benci Indonesia, aku hanya benci orang-orang yang ada didalamnya”

Arti proklamasi dan kemerdekaan pun mulai terkikis oleh rasa benci dan malu itu. Pertanyaan yang ada bukanlah lagi ”Apa yang bisa kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?” tetapi mulai berubah menjadi ”Apakah arti kemerdekaan? Ketika kemiskinan dan kemunduran bangsa ada dimana-mana?”

Tapi benarkah itu semua? Benarkah bangsa kita dengan bertambah umur, menjadi lebih mundur? Benarkah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari bangsa kita? Benarkah kita malu mengakui ke-Indonesia-an kita?

Jawaban saya adalah IYA dan TIDAK.

IYA, karena memang benar bangsa kita saat ini sedang dalam kemunduran. IYA, memang benar banyak aksi terorisme dan pelecehan antar suku. IYA memang benar politik kita kebanyakan busuk.

Tapi, jikalau kita harus malu atas semua itu, tidak mengakui dan bahkan mencoba menjual kewarganegaraan kita, jawaban saya adalah TIDAK.

Karena seperti yang tertuang dalam kutipan pidato Bung Karno di atas, segala sesuatu memang harus terjadi dalam membentuk bangsa kita menjadi bangsa yang lebih besar, menjadi bangsa yang harus melewati up and down perjuangan. Dan dalam melewati up and down perjalanan bangsa kita itu, janganlah kita malu dan hanya bisa mengecam serta mengutuknya, tapi berusahalah sebisa kita untuk merubah dan memperbaikinya.

Saya rasa, kondisi down bangsa kita saat ini (korupsi, terorisme, politikus busuk, dan ketidak bersatunya suku-suku) tidaklah separah apa yang negara-negara besar lainnya alami dalam perjalanan bangsa mereka. Saya akan berikan beberapa contoh berikut:

Amerika, merdeka pada 1776, saat ini memang menjadi suatu bangsa yang besar, menjadi panutan dunia, tapi ingatkah anda, bahwa Amerika pernah menjadi pembunuh terbesar dalam sejarah dunia? Hiroshima dan Nagasaki menjadi korban kedigdayaan Amerika saat itu? Tidakkah malu bangsa Amerika saat itu? Membunuh sesama manusia? Perang Vietnam telah membuat Amerika melepaskan dan mengikhlasan nyawa jutaan prajuritnya dalam lembah Vietnam tanpa hasil yang berarti. Dan bahkan jikalau itu semua belum cukup jadi bukti kemunduran nilai Amerika bagi Anda, perang saudara yang terjadi pada 1861-1865 (ketika Amerika berusia 85 tahun) telah memakan korban jutaan manusia juga. Perang yang terjadi antara sesama warga Amerika.

Jerman, negara yang menjadi tumpuan akademis dunia saat ini. Ilmu-ilmu yang berkembang disana begitu hebat, tapi tentu Anda belum bisa melupakan sejarah kelam NAZI dan Hitler yang membunuh dalam kekejamannya.

Inggris, negara yang tidak pernah dijajah, tapi menjajah puluhan negara dan entah berapa korban jiwa selama penjajahan itu. Tidak tercatat sanksi dunia kepadanya atas penjajahan mereka.

China, negara yang saat ini maju pesat perekonomiannya, bahkan dalam kondisi krisis saat ini, pada 1989 pun pernah mencatat sejarah kelam. Lapangan Tiananmen menjadi saksinya. Ribuan warga sipil dan mahasiswa dibunuh dengan sadis sebagai contoh bagi mereka yang menentang pemerintah.

Malukah warga Amerika, Jerman, Inggris dan China saat itu, ataupun saat ini, atas sejarah kelam itu? YA, saya yakin itu. Tapi mereka TIDAK GIVE UP atas negaranya. Mereka tidak abandon negaranya. Ungkapan-ungkapan “Right or Wrong is my Country” yang pertama dicetuskan oleh Inggris, diamini oleh warga-warga negara mereka. Bahwa ketika negara kita jatuh dan menjadi buruk perilakunya, bukanlah saat dimana kita harus malu serta meninggalkannya, tetapi saatnya kita membantu untuk memperbaikinya.

Karena semua proses up and down inilah yang nantinya akan membentuk bangsa kita menjadi lebih baik, lebih besar, dan lebih bersatu.

Demi Negara KESATUAN Republik Indonesia.

16 Agustus 2009

=======================================================================

Advertisements

1 Comment

  1. soewito said,

    HIDUP NKRI…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: