JK-Wiranto

May 16, 2009 at 19:31 (Indo View) ()

=======================================================================

Golkar, partai yang cukup gencar berlari-lari mencari koalisi, akhirnya menentukan pilihan untuk berjuang mengejar kursi RI-1. Wiranto pun dipilih dari Hanura untuk mendampingi dia. Koalisi inipun yang akhirnya menjadi yang pertama dan tercepat dibandingkan kedua calon yang lain, yang sepertinya hanya bolak balik, ulur mengulur, tawar menawar akan perjanjian politik yang akan dinikmati nantinya.

Perjalanan JK diawali dari entreprenaurship. Inilah yang menjadi nilai utama JK sebagai wapres SBY saat itu. JK dengan kemampuannya, tidak hanya mampu membawa perekonomian Indonesia lebih stabil dan mapan, tapi juga mampu menarik investor untuk menanam modal dengan tanpa ragu di Indonesia. Perekonomian membaik, swasembada meningkat, dan nilai investasi yang dirasakan oleh pebisnis-pebisnis bagaikan angin segar setelah keterpurukan investasi pada jaman Mega.

Bersama SBY, JK telah berhasil membuktikan kemampuan managerialnya untuk membentuk pondasi ekonomi dan investasi yang kuat dan meyakinkan dunia untuk kembali melirik Indonesia dalam hal usaha dan bisnis.

Tapi persahabatan politik tidak pernah abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. JK pun mulai berkembang, terutama dalam hal politik. SBY pun dinilai mendapatkan keuntungan dengan hal-hal yang sebenarnya dilakukan oleh JK dan Golkar. Pencapaian JK dan Golkar di 2004-2009 dan hasil pemilu legislatif 2009 meyakinkan diri mereka untuk maju mengejar kursi presiden. Hal inilah yang akhirnya memutuskan koalisi keduanya.

Perolehan suara yang masih kurang untuk mencalonkan JK sebagai capres pun membuat Golkar harus merapat ke partai lain untuk mencari dukungan. Hanura menjadi titik akhir pencariannya. Wiranto yang sebelumnya juga merupakan partisan partai pohon beringin, yang akhirnya melepaskan diri (mungkin karena namanya cukup lenyap ditelan nama-nama besar tokoh Golkar yang lain) dipilih untuk menemani JK. Dasar militer dan kerakyatan yang diusung Wiranto, dianggap mampu mengimbangi dan melengkapi kemampuan politik dan ekonomi JK (selain tambahan prosentase suara Hanura untuk mengusung calon pasangan ini tentunya).

Wiranto, seorang jendral yang juga lemah lembut layaknya SBY, memberikan nilai yang sama bagi JK (untuk menutupi hilangnya sosok SBY). Partai Hanura yang diusungnya diyakini mampu mengambil hari rakyat akan perekonomian yang menitik beratkan pada rakyat kecil.

Tapi akankah rakyat melupakan kesalahan Golkar dalam orde baru? Sedangkan tokoh-tokoh didalam Golkar itu sendiri dan juga capres cawapresnya sendiri masih merupakan tokoh-tokoh utama yang merupakan antek Golkar pada jaman orba saat itu, yang  pastinya masih menyisakan kebencian dimata rakyat.

Golkar memang sudah mencoba berubah, dan perubahan itu bisa dibuktikan dengan masih eksisnya Golkar di era reformasi ini. Regenerasi mulai muncul di tubuh Golkar (walaupun beberapa masih merupakan tokoh lama), tapi tak bisa dipungkiri, bahwa Golkar juga memiliki kader yang kuat di berbagai aspek kebangsaan. Nama Jusuf Kalla, Surya Paloh, Sultan Hamengku Buwono, merupakan tokoh-tokoh yang masih mempunyai nilai jual di mata masyarakat. Tapi akankah hal itu cukup untuk menutup mata akan rezim Soeharto?

Solusi masalah kebangsaan yang bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat merupakan jargon yang dibawa oleh kedua tokoh ini dalam kemampuan mereka ber-entrepreneurship dan ketegasan militer. Ekonomi yang tidak hanya mapan tapi juga meningkat merupakan janji yang mereka bawa. Mampukah pasangan ini meyakinkan anda?

Wacana lainnya? Baca Mega-Prabowo atau SBY-Boediono

Back to Basic?

=======================================================================

Advertisements

4 Comments

  1. DayChi said,

    wew…smg bkn mereka yg terpilih….

  2. Sonix said,

    Why? Jika dilihat dari pebisnis dan pelaku ekonomi, malah sudah ada anggapan umum yang bilang, harus mereka yang terpilih, kalau Indonesia mau lepas dari krisis ekonomi dan juga pergerakan investasi dan pembangunan bisa lancar.

    Boediono saja yang gubernur BI dianggap belum bisa memberikan stabilitas ekonomi yang sama.

  3. JK-Win said,

    Hidup…JK-Wiranto
    Semoga Terpilih, Indonesia makin banyak enterpreneur dan pengusaha sukses seperti JK
    Negara makin maju, dan bisa memberikan lapangan pekerjaan lebih luas, tidak harus jadi PNS

  4. Sonix said,

    Ok. Sip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: