Terbang

April 6, 2009 at 00:18 (Catatan Ringan) ()

=======================================================================

Entah kenapa, hari ini kududuk kembali di tengah lapangan ini.. Terik matahari yang menyengat sekilas membuatku berpikir, sampai kapan bumi ini akan selamat dari gempuran ultraviolet yang terus menerus dari sang surya, sementara lapisan demi lapisan ozon semakin lama semakin habis terkikis oleh perilaku penghuni bumi yang dilindunginya..

Kudongakkan kepalaku ke atas, dan disana kulihat awan demi awan, yang saling berkejaran satu dengan yang lain.. Awan yang begitu putih dan menyejukkan.. Awan yang memberi keteduhan dari sinar mentari yang tadinya menyengatku dengan begitu hebatnya.. Awan yang sama, yang terkadang berubah sangat gelap, menandakan buih-buih air yang tersimpan didalamnya.. Awan yang tidak hanya memberikan air hujan yang begitu sejuk bagi dunia, tapi terkadang juga memberikan rasa takut atas bencana yang mungkin ditimbulkan olehnya..

Tak lama, sebuah pesawat melintas di angkasa.. Menembus dan merobek gumpalan awan tadi.. Begitu lamban tampaknya dari sini, walaupun kecepatannya begitu hebat di atas sana..

Tergelitik pikiranku untuk bisa ada di atas sana.. Memikirkan sebuah cara.. Kuambil ancang-ancang dari batu besar di sekitar itu.. Kutapakkan kedua kakiku diatas batu besar itu.. Kembali kudongakkan ke atas kepalaku.. Kutatap matahari sambil kusipitkan mataku karena teriknya.. Dan.. Kujejakkan kakiku melompat setinggi-tingginya..

Dan aku pun terbang.. Terbang.. Dan Terbang.. Bagaikan anak panah yang dilesatkan dari busurnya.. Bagaikan roket yang ditembakkan oleh manusia ke sesamanya.. Kutembus hamparan awan yang tak berwujud.. Kumainkan gumpalan awan di sela jari-jariku sembari bersenda gerau dengan elang yang terbang di angkasa..

Peluh yang menetes dari keningku karena terik matahari tak menyurutkan aku untuk terus terbang tinggi.. Kutinggalkan elang yang tadi menemaniku bermain di awan.. Kulanjutkan terbangku lebih tinggi.. Kucoba menahan rasa panas dari tubuhku yang mulai terbakar oleh matahari.. Kembali kusipitkan mataku agar tak silau dan tak melenceng arahku dari tujuanku.. Kugunakan sebelah tanganku untuk menutupi mukaku dari panas itu, sementara tanganku yang lain tak henti mengusap tetesan keringatku yang mengalir..

Tapi, semua sia-sia.. Panas itu seakan menggigit aku dengan kerasnya.. Tidak hanya mengalirkan keringat dari dahiku.. Tapi juga serasa mengiris gumpalan dagingku oleh panasnya.. Pakaianku terbakar olehnya.. Kulitku meleleh dibawahnya.. Dan akupun tak bisa terbang lebih tinggi.. Aku lemah.. Aku jatuh..

Dan lebih cepat, daripada saat aku terbang ke angkasa, akupun jatuh.. Terlentang menghadap ke angkasa.. Menatap matahari yang semakin jauh.. Menatap awan yang terlewati.. Menatap mata elang yang dengan sedih melihat aku meninggalkannya..

Ketika ku menoleh ke bawah.. Kulihat bumi yang indah.. Biru.. Sejuk.. Seakan tidak mencerminkan segala kekotoran dan polusi di dalamnya.. Seakan tidak menunjukkan kelakuan jahat para penghuninya.. Indah.. Begitu indah.. Dan setinggi aku terbang tadinya.. Sehebat itulah tubuhku terhempas ke bumi.. Terhempas dan..

=======================================================================

Advertisements

1 Comment

  1. DayChi said,

    apakah aku tahu tempat ini??
    hohoohohoho. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: