Merakyatlah

January 10, 2009 at 23:30 (Indo View, Sociable Concept) ()

=======================================================================

Bedakan dua pemahaman berikut.. Bedakan dan pilih salah satunya..

1. Pemimpin yg ingin dekat dengan rakyat

2. Pemimpin yg merakyat

Pemimpin yg ingin dekat dengan rakyat, akan membuat kebijakan2 yg membuatnya disenangi oleh rakyat, dipuja oleh rakyat, dan seolah2 dia dekat dengan rakyat. Tapi itu tidak berarti mutlak dia dekat dengan rakyat.

Presiden ato tokoh negara akan turun ke pasar2, melihat pengamen jalanan, mensalami pengemis, makan bersama pemulung, ngobrol dengan tukang ojek, dengan tujuan ingin dekat dengan rakyat, mengetahui kebutuhan mereka, merasakan kesengsaraan mereka. Di belakang pemimpin ini? Ada paspampres, ada kamera, media massa, dan lain2 yg bertugas meliput dan mewartakan bahwa pemimpin kita ini sangat dekat dengan rakyat.

Bedakan dengan contoh ini..

Seorang, yg notabene pemimpin, berpakaian celana pendek, kaus kutang, keluar dari rumah mewahnya, nyamar ke pasar, beli sayur, ngobrol ngalor ngidul tentang harga BBM yg naik turun, nanya kabar ke hansip yg sedang ronda, lama2 tau juga masalah rakyatnya..

Nangkep maksudnya??

Rakyat/anak buah bukanlah ingin pemimpin berusaha sama seperti mereka, dan juga dekat dengan mereka, tapi lebih ingin ikut dirasakan perasaan mereka, senasib sepenanggungan, hanya mungkin beda tanggung jawab.

Dulu, pas jadi ketua hima, gw jg pake cara ini.

Kahim yg lain, menunjukkan contoh kedisiplinannya, pake baju hem tiap hari, celana kain, sepatuan kekampus. Rajin pol wis. Rapat, bikin angket, bikin bermacam kegiatan, tujuannya untuk mencari tau realita kampus dan kebutuhan mahasiswa. Kalo gw? Pake jeans belel, sobek2, kaosan, sandalan (kadang jepit swallow jg buat kuliah), bawa buku satu biji, nongkrong dah di kolam jodoh ama anak2 sejurusan, mantengin cewe cakep, misuh-in dosen killer, cerita2 miyabi (wakakaka). Yg gw dapet? Sama. Realita mahasiswa dan kebutuhan mereka. Lebih asli, lebih tidak dibuat2 oleh bahasa angket, tidak dimanipulasi rasa sungkan karena jawab pas ada acara. Much better.

Jadi, ingin dekat dengan anak buah/rakyat? Ato ingin merakyat?

=======================================================================

Advertisements

6 Comments

  1. noval said,

    absen ….

    emang bener, merakyat bukan berarti dekat dengan rakyat …

    enak ya kuliah bisa sandalan … kalo di kampusku bisa panjang urusannya ….

    btw : sorry blm bisa sowan mas … 😀

  2. DayChi said,

    Wah……Hebat..

    tyt dirimu mantan KaHim…wew…banyak yg belum kuketahui kalo begitu ttg dirimu selama perkuliahan itu…

    y iya lah…

    BTW…KerEn.!!!!

    contoh yg menginspirasiku…bagimana kalo diungkapkan ke media massa gitu…
    biar juga memberi ilham pada orang lain

    wookoko

  3. sonix said,

    @noval: mestinya si ya ga bisa sandal jepit, hanya saja, dengan merakyat, sekalian cs-an ama security lah :p hehehe

    @DayChi: Waduh, thanks. tapi ga tau link ke media massanya aku :p seringnya malah aku cuma dipukuli massa 😀

  4. DayChi said,

    ya ya ya….bole lah….

    ide yang bagus juga
    mengumpankan dirimu ke amukan massa gt….

    wew..apa seh

  5. Ihsan Kusasi said,

    thanks ya atas artikel menarik ini…

  6. Sonix said,

    Your welcome Pak. Hope its helped 🙂 nice blog yourself pak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: